Senin, 18 Juli 2011

A.        Judul : PENGELOLAAN SAMPAH KOMUNITAS (Studi Kasus : Pengelolaan  Sampah Kantin Kampus ITI, Serpong, Tangerang Selatan)

B.        Latar Belakang Masalah
Program penelitian yang akan dilakukan adalah membuat suatu konsep atau rencana “Pengelolaan Sampah Kampus Institut Teknologi Indonesia (ITI)” yang dimulai dengan melakukan “Kegiatan Inisiatif Pengelolaan Sampah Kantin Kampus ITI”.

Pola pengelolaan sampah kampus ITI  saat ini masih berpolakan : wadah – kumpul – buang. Wadah sampah yang digunakan bervariasi baik dalam bentuk maupun kapasitas. Pengumpulan sampah dari masing-masing wadah dilakukan oleh petugas Cleaning Service ITI untuk skala kampus dan salah satu petugas pengelola kebersihan untuk komunitas skala kantin. Sampah yang sudah dikumpulkan tersebut dibuang ke TPS (Tempat Penampungan/pembuangan Sampah Sementara) yang ada di kampus ITI. Tetapi yang jadi masalah adalah sampah dibuang begitu saja sehingga menumpuk dan menyebar, hal tersebut dapat menjadi masalah yang mengganggu kebersihan dan keindahan lingkungan  serta kesehatan warga kampus ITI maupun masyarakat sekitar kampus ITI.

Kegiatan pengelolaan sampah kampus ini Rencananya dimulai dari kantin dan akan diperluas sampai meliputi semua fungsi/kegiatan dan semua gedung di ITI. Secara sederhana pengolahan sampah yang akan dilakukan di kantin kampus ITI ini adalah  pengolahan sampah berdasarkan jenis sampahnya yaitu organik dan anorganik. Sampah organik seperti sisa-sisa makanan dari kantin, dan daun-daunan diolah menjadi kompos. Sampah plastik yang punya nilai ekonomi seperti plastik botol air minum kemasan pisahkan tersendiri untuk di jual ke lapak/bandar kemudian diolah di pabrik daur ulang.

Sasaran awal yang ingin dicapai oleh program pengelolaan sampah kantin kampus ini adalah menjadi pusat pengelolaan sampah yang dapat menangani sampah komunitas dan kampus secara keseluruhan (kecuali sampah B3). Sasaran berikutnya dengan pengembangan sistem dan sarana-prasarana apabila sasaran awal dianggap berhasil baik, yaitu diharapkan dapat menjadi Pusat Pengolahan Sampah (PPS) yang dapat mengembangkan pelayanannya dengan mengolah sampah yang dihasilkan oleh lingkungan masyarakat sekitar.

Konsep usulan yang diajukan dalam pengembangan PPS Kampus ITI ini, meliputi daur ulang sampah dan teknik pengomposan.

Dalam perkembangannya sebenarnya ITI telah mempunyai konsep Eco-Campus yang mana ini merupakan sebuah gerakan seluruh civitas akademika serta menjadi acuan bagi para pengambil keputusan di lingkungan kampus ITI. Dimana salah satu dari konsep eco-campus adalah menjaga kebersihan lingkungan.

Kebersihan lingkungan selalu dikaitkan dengan masalah sampah. Kaitannya dengan konsep Eco-Campus ITI yang pola pengelolaan sampahnya saat ini masih berpolakan : wadah – kumpul – buang” maka perlu dirubah menjadi Pilah – Wadah – Kumpul – Olah. Pola ini diharapkan dapat dilakukan secara optimal sehingga dalam jangka panjang akan tercipta Zero Waste.

Untuk mendukung kegiatan ini maka diperlukan suatu kerjasama yang baik dari berbagai pihak yang terkait dengan kegiatan pengelolaan sampah yang diakukan.
Oleh karena itu dengan proposal ini dalam pengembangan pengelolaan sampah ini diharapkan dapat membantu memberikan bantuan dana untuk melengkapi kekurangan dan kebutuhan untuk pengembangan kegiatan pengelolaan sampah kampus yang telah dilakukan.


C.         Perumusan Masalah













Sumber : Hasil Diskusi Kelompok
 
 


Berdasarkan hasil identifikasi, kegiatan pengelolaan sampah kantin penanganannya masih secara tradisional, sampah dibuang begitu saja di lahan kosong sekitar kantin ITI. Begitu juga dengan sistem pengelolaan sampah kampus yang hanya dibuang di lahan kosong yang berada di beberapa titik pembuangan, Akibatnya sampah yang dibuang semakin menumpuk dan menyebar. Apabila tidak ditangani maka kelak akan menimbulkan masalah lingkungan dan kesehatan bagi masyarakat.

Mulai dari hanya ngobrol-ngobrol dilanjutkan dengan diskusi, untuk mengantisipasi hal tersebut muncul ide untuk membuat suatu kegiatan penelitian pengelolaan sampah. Hal tersebut juga didasari permasalahan sampah yang pada saat ini telah menjadi momok yang menakutkan dengan berbagai masalah dan bencana yang ditimbulkan. Team juga berusaha membuktikan bahwa sampah itu bukan hanya sebagai barang sisa yang kotor dan jorok tetapi sebagai barang bernilai ekonomis kembali dengan cara mengolahnya sehingga dapat memberikan pengahasilan tambahan.

 

Kegiatan penelitian yang dilakukan adalah pengelolaan sampah kampus yang dimulai dengan pengelolaan sampah kantin kampus di Institut Teknologi Indonesia (ITI), Kecamatan Serpong Kota Tangerang Selatan. Penelitian yang dilakukan mendapat dukungan dari Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota dan Laboratorium Pengembangan komunitas (LAPAK) PWK-ITI. Kegiatan pengelolaan sampah kantin kampus ini merupakan awal dari “Kegiatan Pengelolaan Sampah Kampus”, dimulai dari kantin dan akan diperluas sampai meliputi semua fungsi/kegiatan dan semua gedung di ITI. Diharapkan nantinya ITI dapat menjadi pusat pelatihan sampah yang dapat memberikan bantuan pembelajaran tentang sampah untuk komunitas atau pihak manapun yang ingin membuat suatu usaha atau model pengelolaan sampah.


D.       Tujuan

Tujuan dari kegiatan pengelolaan sampah yang dilakukan adalah menciptakan suatu model untuk obyek sumber belajar tentang pengelolaan sampah berbasis komunitas yang dimulai dari kantin kampus ITI dan dilanjutkan dengan program pengelolaan sampah kampus ITI secara keseluruhan. Diharapkan 2 tahun kedepan ITI dapat menawarkan sebagai salah satu pusat belajar penanganan sampah yang “integrated”.

E.        Luaran yang Diharapkan

Tabel 1. Luaran yang diharapkan dari kegiatan
No
Kriteria
Jenis Kegiatan
1
Inti Kegiatan (karya)
Pengelolan Sampah Komunitas Berbasis Masyarakat
2
Materi Kegiatan
Kegiatan pengelolaan sampah kantin kampus dan kampus ITI
3
Strata Pendidikan
S1
4
Jumlah Anggota
3 Orang
5
Alokasi Pendanaan
Bidang PKM-M
6
Laporan Akhir
Laporan Penelitian
7
Luaran
Model Pengelolaan Sampah Komunitas
Sumber : Catatan diskusi*

Luaran yang diharapkan dari kegiatan pengelolaan sampah komunitas kantin kampus ini terkait dengan pengembangan akademik dan kemahasiswaan adalah sebagai bentuk kegiatan kreativitas mahasiswa dalam mengembangkan potensi dan kepeduliannya terhadap kegiatan pengelolaan sampah. Juga sebagai metode pembelajaran yang efektif karena studi yang dilakukan banyak memberikan pengalaman dan pengetahuan mengenai bagaimana cara membuat suatu kegiatan itu dapat berjalan dengan segala masalah dan potensi yang dimiliki melalui perencanaan yang terstruktur  dan sistematis. Diharapkan nantinya dapat memberikan pengetahuan yang baik tentang pengelolaan sampah dan dijadikan sebagai salah satu pusat belajar penanganan sampah untuk para mahasiswa lain yang berminat maupun masyarakat/komunitas lain yang tertarik atau ingin melakukan pengolahan sampah.

F.         Kegunaan
Manfaat yang diperoleh dari kegiatan pengelolaan sampah kampus adalah :
  1. Pengkayaan database pengetahuan tentang penanganan sampah berbasis komunitas.
  2. Menggugah kesadaran dan memperbaiki pola pikir serta perilaku untuk berperan aktif dalam melakukan pengelolaan sampah.
  3. Ikut menyelesaikan masalah sampah di kampus ITI.
  4. Membentuk suatu sistem jaringan pemasaran produk yang dihasilkan dari pemanfaatan sampah yang dikelola.
  5. Memberikan tambahan pendapatan bagi komunitas kantin.
  6. Kegiatan penelitian yang melibatkan aktivitas akademika di ITI.
  7. Sebagai contoh pembelajaran tentang pengelolaan sampah komunitas
  8. Sebagai Bentuk kegiatan yang ber-Entrepreneurship, berwirausaha dengan sampah mengubah paradigma sampah menjadi barang yang berguna dan bernilai ekonomis kembali dengan cara mengolahnya.

Tabel 2. Beneficieries Kegiatan Pengelolaan Sampah Komunitas
 


G.       Gambaran Umum Masyarakat Sasaran
Kegiatan penelitian pengelolaan sampah ini dimulai dari kantin Kampus Institut Teknologi Indonesia (ITI), dilanjutkan dengan program pengelolaan sampah kampus ITI secara keseluruhan. Diharapkan 2 tahun kedepan ITI dapat menjadi salah satu pusat belajar penanganan sampah yang ‘integrated’ bagi masyarakat sekitar ataupun komunitas lain yang membutuhkan.

Berdasarkan hasil identifikasi, kegiatan pengelolaan sampah kantin terpisah dari pengelolaan sampah kampus ITI. Dari 12 kios kantin yang ada, pengelolaan sampahnya dilakukan secara mandiri oleh komunitas kantin. Tetapi kegiatan pengelolaan sampah kantin ini penanganannya masih secara tradisional, sampah dibuang begitu saja di lahan kosong belakang sekitar kantin ITI. Akibatnya sampah yang dibuang semakin menumpuk dan menyebar. Apabila tidak ditangani maka kelak akan menimbulkan masalah lingkungan dan kesehatan bagi masyarakat.

Tabel 3. Identifikasi Sitem Persampahan Kantin Kampus ITI
Pola persampahan
Jenis sampah
Pengelola
Jumlah penghasil sampah
Sistem pengelolaan
Menggunakan kaleng bekas cat untuk tempat sampah di tiap kios
Sampah organic; sisa makanan, sisa sayuran.
Pengelola dilakukan oleh komunitas kantin sendiri melaui kesepakatan kesepakatan pak Tugino ditunjuk menjadi pengelola sampah kantin
Jumlah kios ada 12, 11 di bangunan kantin, 1 kios di koperasi karyawan
Setiap kios membayar iuran Rp 500 untuk pengelola sampah (Pak Tugino), penarikan iuran dilakukan setiap hari hingga 7 hari setiap sore harinya.
Sampah an organic; plastic bekas kopi, mie instan, bekas minuman instan
Sarana angkut menggunakan gerobak dengan ukuran 1x0,4x0,4 m
Perbandingan 60% sampah organic dan 40% sampah anorganik

Sebagian besar pedangang makanan hanya 1 kios pedagang rokok
Maka uang sampah untuk kantin sebesar Rp 132,000,-
Sampah dibuang ke lahan kosong yang berlokasi di samping kantin




Metode dengan dibakar/dibiarkan




Sumber : Hasil Analisa

Gambaran Umum Rencana Usaha
Pada dasarnya rencana sistem pengelolaan sampah yang akan diterapkan pada kantin kampus Institut Teknologi Indonesia (ITI) merupakan suatu bentuk usaha pengelolaan sampah sederhana berbasis komunitas dengan cara mengelola sampah kantin yang tadinya menggunakan sistem “wadah – kumpul – buang menjadi Pilah – Wadah – Kumpul – Olah.

Secara sederhana pengolahan sampah yang akan dilakukan di kantin kampus ITI ini adalah  pengolahan sampah berdasarkan jenis sampahnya yaitu organik dan anorganik. Sampah organik seperti sisa-sisa makanan dari kantin, dan daun-daunan diolah menjadi kompos. Sampah plastik yang punya nilai ekonomi seperti plastik botol air minum kemasan pisahkan tersendiri untuk di jual ke lapak/bandar pemulung kemudian diolah di pabrik daur ulang.

Pada saat ini kegiatan pengelolaan sampah sudah masuk pada tahapan pengemasan dan pemasaran produk yang dihasilkan. Kompos yang telah di hasilkan telah di uji cobakan di tanaman dan kebun milik pak Tugino petugas pengelola sampah kantin dan tanaman di sekitar kantin, dan ternyata hasilnya bagus untuk tanaman. Kompos yang dihasilkan masih belum dijual tetapi masih dibagikan kepada dosen-dosen program studi Perencanaan Wilayah dan Kota. Jika dilihat prospeknya cukup bagus karena untuk pemasarannya sendiri direncanakan pihak ITI mempunyai kesepakatan untuk menggunakan kompos yang telah dihasilkan oleh kegiatan pengelolaan sampah kampus yang dilakukan juga dijual kepada dosen-dosen kampus. Selain itu juga telah dibuat strategi pemasaran dan list pemetaan bisnis kerjasama dengan pihak-pihak terkait.

Sedangkan untuk sampah anorganik seperti plastik, botol/gelas plastik, kardus, kaleng yang telah dikumpulkan kemudian dijual ke lapak daur ulang yang ada di dekat kampus ITI dan uangnya digunakan untuk biaya operasional dan pendapatan tambahan bagi petugas pengelola sampah kantin. Kedepanya nanti diharapkan tidak hanya dijual tetapi dibuat alat-alat kerajinan tangan seperti tas, dompet maupun lainnya yang terbuat dari sampah anorganik tersebut.

Kegiatan pengelolaan sampah yang dilakukan adalah pengelolaan sampah kantin kampus yang akan di kembangkan menjadi pengelolaan sampah kampus sehingga nantinya dapat menjadi pusat penelitian pengelolaan sampah

 















Tinjauan Pustaka
Kegiatan yang dilakukan adalah pengelolaan sampah berbasis komunitas. Tinjauan pustaka dibutuhkan untuk memberikan kejelasan mengenai studi yang dilakukan. Kebutuhan data dalam penelitian ini adalah referensi mengenai persampahan dan komunitas, yaitu :
  1. Pengertian , jenis, dan sumber sampah
  2. Metode pengolahan sampah; Komposting, Daur Ulang.
  3. Model-model pengelolaan sampah komunitas (dalam hal ini menggunakan metode pengelolaan sampah ala Sukunan Yogyakarta)
  4. Komunitas; Pengertian komunitas, jenis komunitas, contoh komunitas (bahan bacaan Studio Integral Komunitas)
Tinjauan pustaka ini dijadikan acuan dan pengetahuan dasar untuk kegiatan yang dilakukan. Kegiatannya sendiri lebih kepada pemberdayaan komunitas. Kerjasama pengelolaan sampah kantin kampus dengan cara memberdayakan atau memperansertakan komunitas kampus untuk mengelola sampah kantin kampus melalui pendampingan dari team pelaksana kegiatan.

H.       Metode Pelaksanaan
Studi yang dilakukan adalah penelitian tentang kegiatan pengelolaan sampah berbasis komunitas. Penelitian yang dilakukan merupakan Action Research, jadi selain membuat konsep pengelolaan sampah juga dilakukan praktek langsung terhadap konsep rencana yang telah dibuat. Adapun cakupan studinya meliputi; Identifikasi terhadap teknologi pengelolaan sampah berbasis komunitas, identifikasi sistem persampahan Kampus dan kantin Kampus ITI, kegiatan pengolahan sampah, dan pemetaan bisnis pemasaran produk yang dihasilkan dari kegiatan penelitian. Kebutuhan data dan informasi dirumuskan terlebih dahulu agar informasi yang dikumpulkan nantinya dapat diolah atau disusun sesuai dengan konsep kegiatan yang akan dilakukan. Data atau informasi yang sudah terkumpul lalu dikompilasi dan disusun bersama-sama melalui diskusi tim. Setelah materi disusun lalu menentukan metode serta media yang cocok untuk pelaksanaan program yang akan dilakukan. Dari hasil laporan tersebut kemudian menentukan langkah selanjutnya.

Model penelitian yang digunakan adalah kegiatan pengelolaan sampah yang berbasis komunitas (metode partisipatif), artinya partisipatif dengan melibatkan masyarakat (komunitas kantin). Pelaksanaan program dan kesepakatan tentang pelaksanaan program dilakukan melalui FGD (Focus Group Discustion) dengan pihak komunitas kantin.

Rancangan penelitian dibuat melalui diskusi kelompok, melalui penjabaran dan list tahapan-tahapan kegiatan yang perlu dan akan dilakukan dalam bentuk rencana kerja. Rencana kerja tersebut kemudian dijadikan sebagai acuan pelaksanaan program berdasarkan tenggat waktu yang telah disepakati. Teknik pengumpulan datanya dilakukan melalui tinjauan pustaka, indentifikiasi dan wawancara dengan komunitas kantin dan kampus ITI serta pihak ahli yang terkait dengan persampahan, dari hasil identifikasi data tersebut kemudian dibuat suatu model pengelolaan sampah yang cocok dengan komunitas kantin. Hal tersebut dilakukan melalui diskusi kelompok, dari diskusi kelompok tersebut  kemudian dibuat metode pelaksanaan kegiatan dan rencana kerja yang akan dilaksanakan.

Cara penafsiran dan penyimpulan hasil penelitian dilakukan melalui diskusi kelompok dengan pertimbangan dari pihak terkait yang dikerjasamakan yaitu komunitas kantin. Hal tersebut tidak terlepas dari masukan dosen pembimbing, para ahli sampah dan lainnya. nantinya keputusan tersebut merupakan keputusan yang akan dilakukan dan merupakan keputusan bersama (Team dan Komunitas Kantin). Kegiatan yang dialakukan lebih kepada pemberdayaan sumber daya manusia, alam dan manajemen yang ada. Keterlibatan aktor-aktor lain sangat penting sebagai pendukung program ini, sehingga dalam kerangka berfikir banyak pihak yang terlibat agar proses partisipatif menjadi utuh. Proses-proses partisipatif menjadi kekuatan untuk pengembangan program ini, kesepakatan-kesepakatan di tingkat komunitas dilakukan sebagai metode pengambilan keputusan.

I.          Jadwal Kegiatan Pelaksanaan Program
Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Kegiatan pengelolaan sampah kampus ini dimulai pada sekitar bulan april tahun 2008. Di mulai dengan referensi tinjauan pustaka dan pengumpulan teori-teori tentang persampahan. Hal tersebut dijabarkan pada cacatan harian dan tahapan rencana kerja yang dibuat. Kegiatan pengelolaan sampah yang dilakukan merupakan kegiatan pengelolaan kampus ITI yang dimulai dengan kegiatan pengelolaan sampah kantin Kampus ITI. Untuk mendukung kegiatan tersebut dibangun sebuah tempat Pengelolaan Sampah di dekat belakang kantin. Pembangunannya menghabiskan dana kurang lebih sampai Rp. 13 Juta yang berasal dari dana swadaya Laboratorium Pengembangan Komunitas (LAPAK) PWK-ITI dan Program Studi Perencanaan dan Wilayah ITI.

Tahapan Pelaksanaan/Jadwal Faktual
Rencana kerja untuk pengolahan sampah kantin, dibagi menjadi beberapa tahapan antara lain:
1.      Pengumpulan literature; mengumpulkan teknik pengolahan sampah dari berbagai sumber termasuk internet. Tahap ini menjadi penentu teknik apa yang akan di terapkan pada program ini.
2.      Penelitian kecil; melakukan studi tentang sistem, pola, manajemen yang sekarang ini dilakukan di kantin. Peluang-peluang pengembangan akan di lakukan pada tahap ini.
3.      Action waste management campus; pada tahap ini akan dilakukan:
a.      Diskusi dengan komunitas akan program ini, peluang keterlibatan komunitas kantin, siapa yang teribat langsung dengan program ini, peluang kerjasama, penentuan lokasi instalasi pengolahan, media/teknik yang akan diterapkan dan bagaimana manajemen yang akan diterapkan
b.      Pembangunan instalasi pengolahan sampah
c.       Kegiatan pengolahan sampah; pelatihan pengolahan sampah, pemilahan hingga pemasaran hasil pengolahan.
4.      Tahapan Pengembangan

Tabel  4. Rencana Kerja Penelitian
No
Kegiatan
Bulan 1
Bulan 2
Bulan 3
Bulan 4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
Pengumpulan Literatur
















Teknik Komposting
















Komunitas yang telah melakukan
















Media apa saja yang dibutuhkan
















2
Penelitian Kecil
















Jenis sampah kantin
















Pola pembuangan (sistem, lokasi)
















Siapa yang mengangkut
















Aktor yang terlibat dalam persampahan kantin kampus
















Mengidentifikasi dan buka jaringan dengan lapak daur ulang
















3
Action Waste Management Campus
















Diskusi dan fasilitasi aktor persampahan kampus
















Aktor yang akan mengolah sampah
















Aktor yang melakukan pengumpulan sampah kantin
















pembangunan instalasi pengolahan sampah
















Action Fase 1
















Melakukan pengelolaan sampah --> Komposting
















Sumber: Diskusi Kelompok

Pelaksanaan
Pelaksanaan kegiatan pengelolaan sampah kantin kampus ini merupakan kegiatan pengelolaan sampah berbasis komunitas dimana keterlibatan masyarakat lebih diutamakan. Pelaksanaan kegiatan lebih mengutamakan diskusi kelompok baik di intern kelompok maupun dengan pihak kantin kampus sebagai objek atau tempat kegiatan pengelolaan sampah yang dilakukan. Pelaksanaan kegiatan pengelolaan sampah ini mendapat dukungan dari Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Institut Teknologi Indonesia, dan Laboratorium Pengembangan Komunitas (LAPAK) PWK-ITI.

Usulan Program yang diajukan dalam proposal ini adalah melanjutkan kegiatan pengolahan sampah yang telah berlangsung dan melakukan pengembangan. Kegiatan tersebut dijabarkan dalam rencana kerja lanjutan.

Tabel  5. Rencana Kerja Lanjutan
No
Kegiatan
Bulan 1
Bulan 2
Bulan 3
Bulan 5
Bulan 6
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
Pemenuhan kebutuhan peralatan




















2
perapihan dan pembangunan




















3
Proses pengolahan




















4
Pengemasan




















5
Pemasaran




















Sumber: Diskusi Kelompok

Tabel 6. Rencana Tahapan Pengembangan
No
Kegiatan
Waktu (Tahun)
2008
2009
2010
2011
2012
1
Tahap awal





(inisiatif penanganan sampah kantin)





- persiapan





- pembangunan instalasi





- produksi/kegiatan tahap awal





- pemberdayaan SDM





- persiapan pembuatan kursus





- kegiatan kursus





2
Tahap pengembangan





- keterlibatan manajemen ITI/BPK





- kegiatan manejemen pengolahan sampah ITI





- kegiatan program pendukung





- pencatatan proses/penelitian/studi





- pusat penelitian pengolahan sampah ITI





      Sumber : Hasil diskusi kelompok

Instrumen Pelaksanaan
Untuk instrumen pelaksanan kegiatan pengelolaan sampah ini adalah pendukung pelaksanaan program seperti :
Data pendukung
  1. Data base tentang sampah dan pengelolaan sampah
  2. Hasil Identifikasi tentang persampahan kantin kampus dilakukan melalui teknik wawancara dan FGD (Focus Group Discustion) dengan komunitas kantin.
  3. Data yang terkumpul berupa data hasil wawancara, foto-foto serta catatan harian pelaksanaan program.
  4. Data penelitian yang terkumpul kemudian disusun dan dilakukan analisa mengenai pelaksanaan program melalui diskusi kelompok dan kemudian dimasukkan kedalam laporan penelitian.
Dukungan akademik
  1. Dukungan dan bantuan (baik masukan maupun dana kegiatan yang diberika) dari Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Institut Teknologi Indonesia, Serpong Kota Tangerang Selatan. Dan Laboratorium Pengembangan Komunitas (LAPAK) PWK-ITI.
Dukungan Fisik
  1. Untuk mendukung kegiatan pengolahan sampah dibuat tempat pengolahan sampah di dekat belakang kantin kampus. Pembangunan tempat pengolahan sampah tersebut didanai oleh LAPAK-PWK ITI dan dilakukan melalui kerja bakti, menggunakan tukang bangunan mitra kerjasama dari LAPAK pada waktu kegiatan pemberdayaan masyarakat Desa Cibogo, Kecamatan Cisauk.
Dukungan Team
  1. Petugas pengelola sampah kantin, yaitu Pak Tugino.
  2. Team pelaksana kegiatan penelitian yang dilakukan yaitu seperti yang digambarkan pada skema di bawah ini :
 










J.          Rancangan Biaya
Aspek pembiayaan merupakan aspek yang sangat penting dalam program pengelolaan sampah kantin kampus ini. Hal ini dikarenakan, aspek pembiayaan merupakan faktor pendorong untuk kelancaran proses pelaksanaan program kegiatan yang dilakukan. Tanpa ketersediaan pembiayaan atau pembiayaan yang kurang lancar membuat kegiatan/pekerjaan menjadi tersendat-sendat dan mustahil pekerjaan itu dapat berjalan dan selesai.

Kegiatan pengelolan sampah kantin pada saat ini telah sampai pada tahap produksi, pengemasan dan pemasaran produk kompos yang telah dihasilkan. Untuk pengembangan kegiatan selanjutnya adalah melengkapi kekurangan dan kebutuhan yang diperlukan. Kegiatan pengelolaan sampah kantin kampus ini dalam rencananya akan dikembangkan menjadi pengelolaan sampah skala kampus. Sehingga nantinya ITI akan mempunyai suatu bentuk usaha pengelolaan sampah komunitas yang dapat menjadi proyek pembelajaran bagi masyarakat maupun kegiatan-kegiatan lain yang berhubungan dengan masalah kegiatan pengelolaan sampah komunitas. Adapun rincian biaya yang di ajukan adalah:

Tabel 7. Rincian Kebutuhan Biaya Pengelolaan Sampah Kantin Kampus
No
Jenis
Jumlah
Harga satuan
Jumlah

Sistem Pengairan



1
Selang ± 30 m
3
 Rp. 25.000
Rp750.000,00
2
Kran
1
Rp. 20.000
Rp20.000,00
3
Pipa
1
Rp. 15.000
Rp10.000,00
4
Lem dan Isolasi
1
Rp. 25.000
Rp20.000,00
5
Ember Besar
2
Rp. 25.000
Rp50.000,00

Peralatan penunjang/Alat Kerja



6
Cangkul
1
Rp. 80.000
Rp80.000,00
7
Pengki plastik
2
Rp. 25.000
Rp50.000,00
8
Garpu Besar
1
Rp. 80.000
Rp80.000,00
9
Timbangan
1
Rp. 1.000.000
Rp1.000.000,00
10
Gerobak dorong
1
Rp. 500.000
Rp500.000,00
11
Alat Biopori
1
Rp. 250.000
Rp250.000,00
12
Gentong Diameter 50 cm
6
Rp. 80.000
Rp480.000,00
13
Sekop Multifungsi
2
Rp. 100.000
Rp200.000,00
14
Polyback

Rp. 50.000
Rp50.000,00
15
Terpal 3x 3
1
Rp. 200.000
Rp200.000,00
16
Plastik Kemasan 5 Kg
10 lusin
Rp. 25.000
Rp250.000,00
17
Plastik Kemasan 2 Kg
10 lusin
Rp. 15.000
Rp150.000,00
18
Label
100 lembar
Rp. 20.000
Rp20.000,00
19
Pupuk kandang 20 kg

Rp. 15.000/kg
Rp60.000,00
20
EM-4
1
Rp. 20.000
Rp20.000,00
21
Gula 10 Kg

Rp. 10.000/kg
Rp100.000,00
22
Plur lantai (termasuk biaya tukang)
1
Rp. 2000.000
Rp2.000.000,00
23
Sendok semen
1
Rp. 10.000
Rp10.000,00
24
Plastik Pagar 18 x 1

Rp. 25.000/m
Rp450.000,00
25
Golok
1
Rp. 50.000
Rp50.000,00
26
Rantai
1
Rp. 50.000
Rp50.000,00
29
Pengemasan


Rp1000.000,00
30
Pemasaran


Rp600.000,00

Sosialisasi



31
Spanduk
2
Rp. 250.000
Rp500.000,00
32
Pamflet ukuran kertas A4
50
Rp. 10.000
Rp500.000,00
34
Transportasi


Rp500.000,00
Jumlah Total Anggaran
Rp10.000.000,00
Sumber: hasil diskusi kelompok




Hasil
Pada saat ini kegiatan pengelolaan sampah kantin kampus telah sampai pada tahap produksi dan pemasaran. Kompos yang dihasilkan dari pengolahan sampah organik telah diujicobakan kepada tanaman yang berada di sekitar kantin dan di halaman rumah petugas kantin serta dosen-dosen kampus ITI dan ternyata hasilnya bagus untuk tanaman. Sedangkan untuk sampah anorganik seperti plastik, botol/gelas aqua, kardus, kertas/koran, botol kaleng ataupun beling setelah tekumpul banyak kemudian telah dapat di jual dan uangnya digunakan untuk operasional petugas pengelola sampah kantin kampus. Walapun pada saat ini tambahan pendapatan yang dihasilkan masih sedikit tetapi penulis dan rekan team sangat optimis bahwa program pengelolaan sampah yang dilakukan dapat berhasil. Semua hal tersebut tidak terlepas dari komitmen bersama dan kerjasaama yang baik dari berbagai pihak yang terkait dari kegiatan pengelolaan sampah kampus ini.

Sebagai pengembangan untuk pelaksanaan kegiatan pengelolaan sampah kampus ini maka penulis dan team berkesepakatan untuk membuat proposal ini sebagai usulan permohonan dana bantuan agar nantinya dapat membantu kegiatan pengelolaan sampah yang telah dilakukan agar dapat tetap terus berjalan dan berkembang sehingga tidak hanya untuk kampus ITI saja tetapi dapat menjadi Pusat Pelatihan Sampah (PPS) atau media belajar bersama tentang persampahan melalui kerjasama sehingga nantinya dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan sampah masyarakat sekitar ataupun komunitas lain yang membutuhkan.






K.        Daftar Pustaka
1.      Referensi data Internet mengenai persampahan
2.      Wawancara dengan para ahli dibidang sampah dan bidang terkait lainnya.
3.      Hasil Identifikasi Sistem Persampahan Kantin Kampus dan Kampus ITI.
4.      Laporan Penelitian LAPAK (Laboratorium Pengembangan Komunitas) tentang “Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat” dan Data base LAPAK tentang Sampah
5.      Laporan Studio Integral Komunitas Tahun 2006, laporan mengenai tinjauan teori tentang komunitas.

L.         Lampiran
1)   Lampiran Biodata
1.      Ketua Pelaksana Kegiatan    :
a.      Nama Lengkap                           :  Deni Sumantri
b.      Nim                                            :  123 03 0005
c.       Jurusan                                       :  Perencanaan Wilayah dan Kota
d.      Universitas/Institut/Politeknik   :  Institut Teknologi Indonesia, Serpong, Tangerang Selatan
e.      Alamat Rumah dan No. Tel/HP :  Bojong Renged RT 01/RW 01 No. 11, Kec. Teluknaga, Kab. Tangerang, Tel.021-5500638/HP 081808722666
f.        Alamat Email                             :  deni.pirlo@yahoo.com

  1. Daftar Anggota Penelitian    :
Anggota 1
a.      Nama Lengkap                           :  Muhamad Arief
b.      Nim                                            :  123.06.0006
c.       Jurusan                                       :  Perencanaan Wilayah dan Kota
d.      Universitas/Institut/Politeknik       : Institut Teknologi Indonesia, Serpong, Tangerang Selatan
e.      Alamat Rumah dan No. Tel/HP     :  Jl. Masjid Nurul Huda Rt: 010/ 03 No. 36 Kel. Mauk Timur Kec. Mauk Kab. Tangerang – Banten 15530 / telp. 021 59330230 hp. 08988984777
f.        Alamat Email                                 :  muhamadarief06@gmail.com

Anggota 2
a.      Nama Lengkap                           : Oktaricha
b.      Nim                                            : 123.06.0010
c.       Jurusan                                       : Perencanaan Wilayah dan Kota
d.      Universitas/Institut/Politeknik   : Institut Teknologi Indonesia, Serpong, Tangerang Selatan
e.      Alamat Rumah dan No. Tel/HP : Perumahan Bukit Dago Arcadia 1 Blok A6 No. 3A, Rawakalong Gunung Sindur Bogor  16340 HP 08988067864
f.        Alamat Email                             : chan_tiqe@yahoo.co.id

Anggota 3
a.      Nama Lengkap                           :  Dastur Tri Martono
b.      Nim                                            :  123.08.0009
c.       Jurusan                                       :  Perencanaan Wilayah dan Kota
d.      Universitas/Institut/Politeknik   : Institut Teknologi Indonesia, Serpong, Tangerang Selatan
e.      Alamat Rumah dan No. Tel/HP :  Jl. Raya Puspiptek Serpong no 5 HMPWK ITI Kota Tangerang Selatan – BANTEN 15320 HP 02133806464
f.        Alamat Email                             : dastur.jmp@gmail.com

2)        Biodata Dosen Pendamping
Dosen Pendamping 1
a.      Nama Lengkap                           :  Ir. Koesparmadi
b.      NIP                                             :  -
c.       Jurusan                                       :  Perencanaan Wilayah dan Kota
d.      Universitas/Institut/Politeknik   :  Institut Teknologi Indonesia, Serpong, Tangerang Selatan
e.      Alamat Rumah dan No. Tel/HP :  Puri Bintaro Blok PB 20 No. 3 Bintarojaya 9, Tangerang – 15413, HP 081311450506
f.        Alamat Email                             : beyer@.net.co.id


Dosen Pendamping 2
a.      Nama Lengkap                           :  Ir. Anna Karenina
b.      Nip                                             :  -
c.       Jurusan                                       :  Perencanaan Wilayah dan Kota
g.      Universitas/Institut/Politeknik   :  Institut Teknologi Indonesia, Serpong, Tangerang Selatan
d.      Alamat Rumah dan No. Tel/HP :  Jl. H.Enting No. 1 Cipete Utara-Blok A, Jakarta Selatan, HP 08161821401
e.      Alamat Email                             : akareninaƘ3@yahoo.com at        ana.karenina@pwkiti.com








3)        Gambaran teknologi yang akan diterapkembangkan
Kegiatan pengelolaan sampah kantin kampus ini merupakan awal dari “Kegiatan Pengelolaan Sampah Kampus”, dimulai dari kantin dan akan diperluas sampai meliputi semua fungsi / kegiatan dan semua gedung di ITI. Secara sederhana pengolahan sampah yang akan dilakukan di kantin kampus ITI ini adalah  pengolahan sampah berdasarkan jenis sampahnya yaitu organik dan anorganik. Sampah organik seperti sisa-sisa makanan dari kantin, dan daun-daunan diolah menjadi kompos. Sampah plastik yang punya nilai ekonomi seperti plastik botol air minum kemasan pisahkan tersendiri untuk di jual ke lapak/ bandar kemudian diolah di pabrik daur ulang.

Metode pengolahan sampah yang digunakan adalah metode pengelolaan sampah berbasis masyarakat model Dusun Sukunan di daerah Yogyakarta. Metode pengolahan sampah ini dapat dijadikan contoh pengelolaan sampah yang dapat diterapkan karena prosesnya yang sederhana, dimana sampah tidak dibakar dan ditimbun namun dijadikan hasil daur ulang berupa pupuk kompos dan barang-barang kerajinan. Untuk pengolahan sampah berjenis organik dari sisa-sisa makan, metode pengolahan sampah ini menggunakan media gentong tanah dimana sampah-sampah dimasukan ke gentong dengan proses alami pembusukan dari suhu gentong. Metode lain adalah pembusukan terbuka dengan menggunakan bak, jenis sampah berupa daun kering untuk sampah komunitas.

KOSEP RENCANA SISTEM PENGELOLAAN SAMPAH KANTIN KAMPUS ITI
Gambar 5. Rencana Proses Pengelolaan Sampah Kantin Kampus ITI
 
 


















Text Box: RENCANA PROSES PENGELOLAAN SAMPAH KANTIN KAMPUS ITI








Teknologi pengelolaan sampah komunitas ala Sukunan, Yogyakarta.
Beberapa tahapan yang perlu diperhatikan dalam rencana proses pengelolaan sampah kantin kampus, yaitu :
1.    Pemilahan
Pemilahan sampah adalah proses membedakan sampah menurut jenisnya. Yaitu sampah organik dan sampah anorganik.
·        Sampah organik adalah sampah yang pada umumnya dapat membusuk, Misalnya; sisa-sisa makanan, sayur-sayuran, daun-daunan, buah-buahan dan sebagainya.
·        Sampah anorganik adalah sampah yang umumnya tidak dapat membusuk, Misalnya; logam / besi, pecahan gelas, plastik, dan sebagainya.

Cara pemilahannya adalah:
·         Disetiap los pedagang kantin disediakan dua tempat sampah beda warna yang digunakan untuk memilah sampah.
·         Sampah organik di buang ke tempat sampah warna hijau
·         Sampah anorganik di buang ke tempat sampah warna biru
·         Setelah sampah penuh, masing-masing pedagang membuang sampahnya ke gerobak Pak Tugino menurut jenisnya.

2.    Pengangkutan
Proses pengangkutan dilakukan dengan menggunakan gerobak sampah. Caranya adalah :
·         Sampah yang diangkut merupakan sampah yang telah dipilah menurut jenisnya, yaitu sampah organik dan sampah anorganik
·         Setelah dilakukan pemilahan sampah di kios kantin masing-masing, sampah yang telah di pilah, oleh masing-masing pedagang di buang ke gerobak sampah. Gerobak sampah di bagi menjadi dua bagian, bagian pertama untuk sampah anorganik dan bagian satunya untuk sampah organik.

3.    Pengolahan
Poses pengolahan sampah dilakukan di tempat pengolahan sampah yang terletak di dekat samping kantin. Pengolahan sampah yang dilakukan adalah mengolah sampah organik menjadi kompos.
 

















Cara atau metode yang dilakukan adalah:
·         Di tempat pengolahan sampah di sediakan 3 buah gentong tanah yang dilubangi bawahnya dan ditutup bagian atasnya. ketiga gentong ini digunakan bergantian
·         Pertama kali digunakan gentong 1, setelah sampah organik penuh (+ 10 hari), kemudian gunakan ke gentong 2.
·         Ketika gentong 2 penuh, kemudian gunakan gentong ketiga.
·         Ketiga gentong ketiga penuh, sampah dalam gentong 1 telah menjadi kompos.
·         Kompos tersebut digunakan sebagai pupuk. Apabila mau dijual, kompos diayak terlebih dahulu.
·         Hasil ayakan yang kasar dimasukkan ke dalam gentong 1, untuk bahan campuran
·         Gentong 1 yang telah kosong siap digunakan kembali untuk memproses kompos baru
·         Setelah gentong 1 penuh, gentong kedua telah menjadi kompos.
·         Demikian seterusnya, proses pengomposan dilakukan dengan penggunaan gentong berulang-ulang dan bergantian.
·         Ada juga dua buah bak sampah besar yang digunakan untuk membuat kompos. Bak sampah tersebut digunakan untuk perbandingan pengelolaan sampah dengan menggunakan gentong tanah, yaitu untuk mengukur kualitas dan waktu pengomposan. Sampah organaik buang ke bak sampah dan diaduk rata kemudian ditutup atasnya. Sampah akan berubah menjadi kompos + 1 bulan.
Untuk mempercepat proses pengomposan digunakan bioaktivator cairan EM4.
4.    Produk dan penjualan
  • Kompos yang telah jadi kemudian dikemas dan siap dijual atau digunakan sendiri.
  • Sampah anorganik yang telah terkumpul banyak di jual ke Lapak pemulung atau lapak daur ulang sampah yang ada di sekitar Kampus ITI, ada juga rencana pengembangan untuk membuat barang kerajinan tangan.

 






















4)        Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan
  • Kegiatan Inisiatif pengelolaan sampah kantin kampus yang dilakukan merupakan awal dari “Kegiatan Pengelolaan Sampah Kampus ITI”, dimulai dari kantin dan akan diperluas sampai meliputi semua fungsi / kegiatan dan semua gedung di ITI.
  • Metode pengolahan sampah yang digunakan adalah metode pengelolaan sampah berbasis komunitas/masyarakat model Dusun Sukunan di daerah Yogyakarta. Sampah tidak dibakar dan ditimbun namun dijadikan hasil daur ulang berupa pupuk kompos dan barang-barang kerajinan.
·         Program inisiatif pengolahan sampah kantin kampus ini berbentuk action research, kerjasama antara Laboratorium Pengembanagan Komunitas (LAPAK – PWK ITI) dengan Komunitas Kantin Kampus ITI.
·         Untuk mendukung program pengelolaan sampah kantin kampus ini telah dibangun tempat pengolahan sampah yang berada di dekat kantin kampus beserta peralatan pendukung yang diberikan kepada komunitas kantin melalui dana swadaya yang diberikan oleh Lboratorium Pengembangan Komunitas (LAPAK) Perencanaan Wilayah dan Kota Institut Teknologi Indonesia.
·         Untuk pengembangan dari program ini adalah menyelesaikan persoalan sampah di kampus ITI secara keseluruhan dengan menyatukan penanganan persampahan hasil pilot project dari program pengolahan sampah kantin. Diharapkan dari program pengolahan sampah ini kedepan ITI menjadi pusat atau penelitian penanganan sampah bagi masyarakat yang mengalami persoalan yang sama. Peluang/kesempatan untuk pengembangan/penelitian tentang tehnik pengolahan sampah dengan berbagai media perlu dilakukan.
  • Proposal ini dibuat dengan harapan agar dapat diterima sehingga kegiatan pengelolaan sampah kampus yang telah berjalan dapat terus tetap berjalan dan semakin berkembang.
Saran
·         Secara ekonomi, hasil pengolahan sampah kantin ini memang tidak  besar secara financial, tetapi yang penting dari program ini adalah menyelesaikan persoalan sampah dengan melalui penyadaran memperlakukan sampah sebagai “barang” yang dapat diolah.
·         Kegiatan pengeloaan sampah kantin ini merupakan kerjasama antara LAPAK-PWK ITI dengan Komunitas Kantin Kampus ITI sehingga keberhasilan program kegiatan tidak dapat dilakukan tanpa kerjasama yang baik antara kedua belah pihak.
·         Karena menggunakan dana swadaya, keberlangsungan kegiatan menjadi kurang lancar sehingga perlu mencari tambahan/pemikiran lain agar kelancaran dan keberlanjutan program dapat tercapai.
·         Untuk kedepannya atau alangkah lebih baiknya apabila dapat bekerja sama dengan Pihak Kampus atau Jurasan lain yang terkait agar penelitian yang dilakukan dapat menjadi kekuatan bersama sehingga kekurangan-kekurangan yang ada dapat saling didukung satu sama lain. Dan kelebihan-kelebihan yang ada dapat menjadi nilai tambah atau menambal kekurangan yang ada.
·         Kerjasama dengan organisasi lain diluar kampus, ataupun pihak lainnya seperti, lapak daur ulang, pengusaha tanaman hias, pecinta tanaman hias, pertanian dan perkebunan dan lain-lain perlu dilakukan untuk kelancaran pemasaran produk yang dihasilkan.
·         Pengajuan proposal permohonan dana bantuan PKM ini dapat menjadi sarana dan program bantuan berkelanjutan yang membantu agar kegiatan kreatifitas mahasiswa yang telah dilakukan dapat lebih berkembang dan terus berkelanjutan.